Nopri Yanti : BLT dan BST Perlu Pengawasan Ekstra Aparat

Bandar Lampung, mediafkpk.com – Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Forum Koordinasi Pemberantas Korupsi (FKPK) Provinsi Lampung meminta aparat penegak hokum ikut turun ke lapangan guna mengwasi proses pelaksanaan pembagian Bantuan Langusng Tunai (BLT) atau Bantuan Sosial Tunai (BST) agar tidak meluasnya penyimpangan. Hal tersebut dikatakan Ketua DPW FKPK Lampung Nopri Yanti saat ditemui media ini, Senin (18/5).

Dikatakan Nopri, banyak potensi penyimpangan bantuan yang bersumber dari APBN hingga Anggaran Dana Desa (ADD) tersebut. Mulai dari pendataan masyarakat yang berhak menerima bantuan, proses penyalurannya, hingga nominal yang diterima masyarakat tidak sesuai dengan ketentuan.

“Saya berharap penyaluran BLT ataupun BST yang saat ini sedang berlangsung mendapatkan pengawasan ekstra dari aparat penegak hukum. Hal itu agar, masyarakat yang kurang mampu atau yang terkena dampak pandemic Covid-19 dapat merasakan bantuan secara utuh,” terang Nopri.

Lebih lanjut dikatakannya, sejak berlangsungnya penyaluran BLT dan BST. Banyak warga masyarakat yang kecewa. Itu disebabkan, bukan hanya besaran yang tidak sesuai, tetapi juga tidak meratanya masyarakat yang menerima bantuan.

“Hingga saat ini, LSM FKPK Lampung telah banyak menerima laporan kekecewaan masyarakat diberbgai daerah di provinsi Lampung. Untuk itu, dalam waktu dekat, kita juga akan membentuk tim guna turun lapangan guna melakukan crosscheck,” ungkap wanita berkaca mata tersebut.

Masih kata Nopri, langkah pemerintah membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19 sudah sangat baik dan tepat. Namun, pemdataan yang dilakukan aparatur pemerintah hingga perangkat desa yang hingga saat ini masih belum baik.

“Untuk itu, dalam kesempatan ini juga, kami menghimbau masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan atau menerima bantuan yang tidak sesuai ketentuan agar segera melapor ke aparatur pemerintah. LSM FKPK Lampung siap melakukan pendampingan,” pungkasnya. (Red/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *