Jabatan Sekda Tubaba Akan Berakhir, Publik Pertanyakan Mekanisme Penetapan

TUBABA (MEDIAFKPK.COM) – Bergulirnya pemberitaan terkait perpanjangan masa jabatan Sekda kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) H.Herwan Sahri, SH.,M.Ap menyusul akan berakhirnya jabatan sekda Tubaba pada bulan Agustus tahun 2020 mendatang setelah dalam kurun waktu 5 tahun menjabat jabatan prestisius tersebut. Hal ini menuai banyak pertanyaan masyarakat awan terkait mekanisme penetapan jabatan Sekda Tubaba.

“Kalau pendapat saya orang kecil yang kurang faham hukum dan aturan, kalau jabatan Sekda Tubaba itu sudah habis waktunya, ada baiknya dibuka Seleksi terbuka (Selter) untuk pengisian jabatan itu, agar menjadi transparan dan memberikan ruang bagi ASN yang lain untuk ikut berkompetisi, karena jabatan itu adalah jabatan karier PNS,” ujar Suhaimi salah satu masyaralat Panaragan.

Lebih lanjut Suhaimi mengatakan, semestinya aturan pemerintah itu harus mereka ruang bagi seluruh ASN untuk mengembangkan karier ASN nya, termasuk putra daerah Tubaba yang memang sudah memenuhi persaratan untuk jabatan Sekda tersebut.

“Meski aturan pada Undang- undang ASN memperbolehkan perpanjangan jabatan sekda Tubaba itu, namun tranparansi, keterbukaan dan memberikan kesempatan yang sama kepada ASN juga harus diperhatikan sebagai wujud dari cita-cita Reformasi yang telah kita perjuangkan bersama dimasa lalu,” terang Suhaimi.

Suhaimi salah satu warga Panaragan, Kabupaten Tulangbawang Barat.

Suhaimi berharap, DPRD Tubaba tidak terjebak pada ajang dukung mendukung jabatan Sekda Tubaba itu, akan tetapi lebih dapat menangkap apa yang menjadi harapan masyarakat Tubaba sebagai pihak yang diwakili oleh mereka di DPRD Tubaba.

“DPRD Tubaba harusnya memanggil pihak eksekutip guna mempertanyakan mekanisme pengisian jabatan Sekda Tubaba dari sisi aturan dan penghormatan terhadap kearifan budaya lokal di Tubaba sebagaimana harapan otonomi daerah,” jelas pria 50 tahun tersebut.

Di Tubaba sendiri, ASN putra daerah yang memenuhi persyaratan untuk mengisi jabatan sekda tersebut lanjutnya, semisal Ahmad Suharyo putra Panaragan, Rustam efendi putra Gunung Katun dan yang lainnya.

“Saya yakin dengan Bupati kita , pak Umar Ahmad pasti akan mendukung keterbukaan dan keadilan karena beliau itu mantan aktivis Reformasi yang bersuara keras soal keadilan dimasa lalu,”tutup Suhaimi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *