Parah!!! APBT 2019 Rp 1,4 M, Tiyuh Candra Mukti Kibarkan Bendera Robek

-Langgar UU No. 24 Pasal 24 Huruf c

Tulangbawang Tengah (mediafkpk.com) – Parah!!! Mungkin itu kata yang pantas untuk disemat kepada Kepala Tiyuh Candra Mukti, kecamatan Tulangbawang Tengah, kabupaten Tulangbawang Barat. Dengan Anggaran Pendapatan Belanja Tiyuh (APBT) tahun 2019 ini yang mencapai Rp1,4 Milyar, pihaknya dinilai tidak mampu untuk membeli Bendera Merah Putih yang baru.

Pasalnya, menurut pantauan Wartawan Mediafkpk.com di Lapangan, Tiyuh Candra Mukti telah berani melanggar Undang – Undang RI No. 24 tahun 2009 dengan sengaja mengibarkan bendera merah putih yang kusam, pudar dan robek.

Yakni Undang-undang RI Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan. Ancaman pidana itu diatur dalam Pasal 24 huruf c yang isinya mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam dengan ketentuan pidana Pasal 67 huruf b. Isinya, apabila dengan sengaja mengibarkan bendera negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf c, maka dapat dipidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 100 juta.

Bendera yang berkibar di tiang dengan ketinggian kurang lebih 8 meter, di depan kantor Tiyuh tersebut, menurut pantauan sudah sejak 17 agustus – sampai 06 September 2019.

Kondisi ini akhirnya mendapat prihatin dari warga saat melintas di depan kantor itu. “Prihatin kita melihat, masa segitunya Kantor kepala pemerintahan (Tiyuh Candra Mukti) ini pasang bendera yang sobek,” ujar salah seorang warga saat dikonfirmasi tepat di depan kantor Tiyuh tersebut.

Entah disengaja atau tidak, menurut warga ini, harusnya Kepala Tiyuh tersebut menyadari kondisi bendera sudah robek. Dan tidak layak untuk dikibarkan.

“Ini keteledoran cukup fatal. Masa tidak ada yang melarang dengan kondisi bendera seperti itu,” celutuk Warga tadi.

Pendapat sama dilontarkan warga lainnya, Pria muda ini menyebut harusnya pejabat dan pegawai di Tiyuh ini malu. Sebab, Ia menilai, bendera merupakan simbol negara dan tak sepantasnya dibiarkan berkibar dengan kondisi buruk dan robek.

“Saya malu melihat kondisi bendera seperti itu. Walaupun saya bukan pahlawan perang, sebagai anak bangsa saya kecewa melihat pemandangan itu,” katanya.

Hal tersebut pula mendapat sorotan keras dari Pendiri FKPK yang juga Pemimpin www.mediafkpk.com , Wahidin. Dia menilai pengibaran bendera sang Merah Putih yang telah Kusam, Pudar dan Robek merupakan pelecehan terhadap NKRI dan tidak menghargai perjuangan Pahlawan.

“Pengibaran Sang Merah Putih yang kusam, pudar dan Robek di Tiyuh Candra Mukti dengan sengaja dikibarkan, itu pelecehan terhadap NKRI dan perjuangan Pahlawan,” ujar Wahidin.

Keselahan fatal Pengibaran Bendera sang Merah Putih  yang telah dilakukan pihak Tiyuh Candra Mukti merupakan pelanggaran UU No. 24 tahun 2009 pasal 24 huruf c, dengan ketentuan pidana Pasal 67 huruf b penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 100 juta.

“Untuk itu, Saya selaku masyarakat juga meminta kepada Bupati dan Kapolres untuk segera memberikan sanksi tegas terhadap Kepala Tiyuh Candra Mukti dengan segera. Karena ini kesalahan fatal yang melanggar Undang Undang,” tegas Wahidin.

Untuk diketahui, sampai berita ini diterbitkan, Kepala Tiyuh Candra Mukti tidak bisa dikonfirmasi, dan dihubungi melalui Telepon Selulernya tidak aktif. (Ahmadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *